Komitmen RI jaga Laut dalam UN ocean conferens 2022
Jakarta - Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
menyampaikan komitmen Indonesia untuk menjaga kesehatan laut dalam United
Nation Ocean Conference 2022 yang diselenggarakan di Lisbon, Portugal, Senin
(27/6) lalu.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Bapak Luhut menyampaikan komitmen Indonesia dalam pemberantasan polusi plastik laut, dan meningkatkan pemahaman tentang laut dan iklim serta berjanji untuk mendorong kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.
Hal ini mengacu pada prinsip Indonesia sebagai
negara maritim dengan perairan yang membentang sekitar 6,4 juta kilometer
persegi dan telah menyediakan keanekaragaman hayati laut yang berada di antara
17.500 pulau dan sekitarnya.
"Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia mampu mengurangi kebocoran
sampah hingga 28,5 persen. Lautan memainkan peran penting dalam mempertahankan
semua kehidupan di bumi dengan menyerap 30 persen dari emisi
karbondioksida," ungkapnya.
Terkait penangkapan ikan secara ilegal yang sering terjadi di perairan Indonesia, Bapak Luhut menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan tiga inisiatif utama dalam bidang pencegahan praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dan memerangi kejahatan di bidang perikanan.
Ketiga inisiatif itu antara lain, pertama,
meningkatkan peraturan nasional tentang persyaratan dan mekanisme sertifikasi
hak asasi manusia di bidang perikanan.
Kedua, memperkuat proses implementasi dan
pemantauan perikanan tangkap berbasis kuota dengan meningkatkan kemampuan
pengawasan berbasis satelit.
Dan, ketiga, memimpin proses pembuatan norma
internasional dan regional untuk memperkenalkan kerja sama yang lebih baik dan
penegakan hukum yang efektif.
"Fokus utama kami tidak hanya terletak
pada perluasan area. Upaya kami juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas
pengelolaan kelautan dan perikanan," lanjutnya.
Pada bidang pelestarian dan perlindungan laut,
Indonesia telah memperluas kawasan lautnya menjadi 28,4 juta hektar, melebihi
komitmennya sebesar 20 juta hektare.
"Indonesia menjaga komitmen untuk
memperluas kawasan lindung laut menjadi 32,5 juta hektar pada tahun 2030. Hari
ini kami telah mencapai 86,5 persen penyelesaian target 2030," katanya.
Kemenko Marves juga bekerja sama dengan mitra
strategis untuk mengembangkan skema blue financing yang strategis. Hal itu
bertujuan untuk memfasilitasi investasi penting dalam bantuan teknis,
penciptaan area perlindungan laut berbasis masyarakat, dan peningkatan manajemen.
Sehubungan dengan komitmen pencegahan pencemaran plastik laut, Indonesia pun mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Plastik, di mana pada awal tahun 2022, Indonesia, menginisiasi program "Bulan Cinta Laut" atau "Love the Ocean Month" untuk mendorong partisipasi nelayan dalam menangani sampah laut.
"Dalam sebulan, nelayan didorong mengumpulkan sampah laut dibandingkan menangkap ikan. Program ini telah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia untuk mengurangi limbah laut sebesar 70 persen sebelum 2025," jelas Luhut.
Indonesia terus mengembangkan kebijakan dan mengalokasikan sumber daya untuk memahami laut dan iklim. Dalam upaya tersebut menciptakan platform nasional bernama Data Batimetri Nasional Indonesia.
Di samping itu, Indonesia menginisiasi The
Archipelagic and Island States (AIS) Forum berkolaborasi dengan 31 negara,
dengan melakukan lebih dari 200 diskusi bersama, pelatihan, bantuan teknisi,
beasiswa, hibah penelitian, dan program inovatif.
"Melalui AIS Forum dan G20 kami akan
mempromosikan pentingnya ekonomi biru, karbon biru, pengelolaan limbah laut,
dan skema pendanaan campuran. Indonesia telah memenuhi komitmennya untuk
memastikan ketahanan pesisir yang aman," kata Luhut.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar